
Bakwan Kukus Pingtung Zheng Lao Pai
KesimpulanBakwan kukus ikon Pingtung, layak bangun pagi
Lapak bakwan kukus lama di dalam Pasar Malam Pingtung yang sudah berjalan lebih dari 80 tahun, hanya buka dari subuh hingga sekitar tengah hari sampai habis. Bakwan direndam dalam kuah semur agar tetap hangat, kulitnya lembut kenyal dengan potongan besar daging paha belakang babi, dan bisa minta kuah bening agar menjadi sup.
Foto di Instagram
Ulasan
Bakwan Kukus Pingtung Zheng Lao Pai adalah lapak nomor 59 di dalam Pasar Malam Pingtung di Jalan Minzu. Ulasan bakwan Pingtung dari Supertaste menyebut lapak ini sudah melayani warga lebih dari 80 tahun, dan situs perjalanan Yam menuliskan bahwa lapak ini pernah dipilih surat kabar sebagai salah satu makanan rakyat khas Pingtung, sarapan masa kecil banyak warga. Berbeda dengan sebagian besar lapak pasar malam, lapak ini hanya buka siang hari dan tutup begitu habis.
Bakwan gaya Pingtung dikukus lalu direndam dalam kuah semur agar tetap hangat. Kulitnya dari tepung beras dicampur pati ubi jalar sehingga halus dengan aroma beras, sedangkan isiannya potongan besar daging paha belakang babi yang dibumbui, padat saat digigit dengan sedikit aroma kayu manis. Disajikan dengan saus, bawang putih tumbuk, daun ketumbar, dan seledri, dan bisa minta kuah bening agar menjadi sup bakwan. Banyak orang memesannya bersama sup darah babi. Artikel tidak mencantumkan harga, tetapi pengunjung umumnya menyebut harganya hanya beberapa koin.
Pujian tertuju pada kulit yang lembut kenyal, isian daging berukuran besar, dan saus yang harum tanpa terlalu asin, serta harga murah dan rasa masa kecil. Kekurangannya, lemak babi ditambahkan secara bawaan sehingga harus bilang sejak awal bila tidak mau; sebagian merasa sausnya terlalu pekat atau tempat makan ala lapak pasar terlalu sederhana dan sesak.
Jam buka berbeda antarsumber: peta daring menulis setiap hari pukul 05.00–12.30, sedangkan Supertaste menulis pukul setengah lima pagi sampai pukul dua siang dengan jumlah terbatas, jadi periksa dulu sebelum datang. Saat ramai sering antre, tetapi meja cepat berganti. Parkir di sekitar pasar malam sulit, jadi datanglah dengan skuter atau berjalan kaki sekitar 10–15 menit dari Stasiun Pingtung.
Cocok bagi yang bangun pagi dan ingin sarapan khas Pingtung, atau pencinta kuliner yang ingin membandingkan bakwan antardaerah. Dua bakwan dan semangkuk sup darah babi sudah mengenyangkan untuk satu orang; bila ingin lebih ringan minta kuah agar jadi sup, dan sampaikan saat memesan bila tidak mau lemak babi.
Kenapa ke sini
- Hanya buka pagi hingga siang, tutup saat habis
- Lapak nomor 59 di Pasar Malam Pingtung
- Minta kuah bening agar jadi sup bakwan
- Lemak babi ditambahkan bawaan, bilang bila tak mau
- Paling klasik dengan sup darah babi
- Parkir sulit, sebaiknya naik skuter
Kata pengunjung
Yang disukai
- Kulit lembut kenyal, potongan daging besar dan padat
- Saus harum tanpa terlalu asin
- Murah dan terasa seperti masa kecil
Keluhan
- Lemak babi ditambahkan secara bawaan
- Sebagian merasa sausnya pekat
- Lapak pasar yang sederhana dan sesak
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Lokasi
Cari penginapan di Pingtung
Tautan mitraSumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi


Susu Kedelai Fu Hang
