
Susu Kedelai Jiaxiang Yonghe
KesimpulanSarapan tradisional serba buatan tangan, wajib roti lada
Kedai sarapan kecil di samping pasar yang masuk daftar Bib Gourmand Michelin sejak 2025. Susu kedelai, roti wijen, kulit dadar telur, dan pangsit kuah semuanya buatan sendiri; roti lada daun bawang andalannya empuk dan kenyal. Hanya buka pagi dan sering habis bila datang siang.
Foto di Instagram
Ulasan
Susu Kedelai Jiaxiang Yonghe berada di Jalan Minzhi, Distrik Yonghe, di samping pasar tradisional. Saat Michelin pertama kali memasukkan New Taipei pada 2025, kedai sarapan ini langsung masuk daftar Bib Gourmand dan masih tercantum di edisi 2026. Menurut Michelin dan beberapa media, pemiliknya berpengalaman lebih dari dua puluh tahun di dunia kuliner dan membuat sendiri susu kedelai, roti wijen, kulit dadar telur, hingga pangsit kuah, hal yang jarang di industri sarapan yang banyak memakai produk jadi.
Andalannya roti lada daun bawang. Adonan yang difermentasi dengan cermat membuatnya empuk sekaligus kenyal, bertabur wijen di atas dengan aroma daun bawang dan lada putih di dalam. Roti wijen juga laris: pengunjung menyebut versi asin renyah dan ringan, sedangkan versi manis berlapis-lapis. Susu kedelai panas maupun dingin beraroma kedelai pekat, dan susu kedelai gurih berisi lobak asin serta daun bawang bergaya tradisional. Ada juga yang menyebut kue kacang merah ala dulu.
Pujian berpusat pada makanan yang dibuat segar dan tidak berminyak, susu kedelai yang harum, harga jujur, serta staf yang tetap ramah dan sabar meski antrean panjang; sepasang warga asing yang lama tinggal di Taipei menyebutnya lebih enak daripada kedai terkenal. Keluhan umumnya soal antre dan kehabisan: pagi hari ramai, banyak menu habis setelah pukul 10, ada yang menilai porsinya biasa, dan predikat Bib Gourmand membuat antrean makin panjang.
Menurut Michelin dan informasi daring, kedai buka pukul 06.00–11.15, tutup hari Rabu, dan hanya menerima tunai. Roti wijen keluar dari oven pada waktu yang tidak tetap, jadi Michelin menyarankan bertanya langsung kepada staf. Ada tempat duduk di dalam, cukup bersih tetapi sempit; gang sekitarnya sempit dan parkir sulit, jadi lebih mudah berjalan kaki atau naik skuter. Usahakan tiba sebelum pukul 8.
Cocok bagi yang rela bangun pagi demi sarapan tradisional buatan tangan. Untuk pertama kali, pesan roti lada daun bawang dengan susu kedelai panas, lalu tambah roti wijen untuk membandingkan rasa asin dan manis. Saat ramai, tentukan pesanan sebelum mengantre agar pembayaran cepat. Jika mengincar menu tertentu, datanglah lebih awal karena yang habis tidak dibuat lagi.
Kenapa ke sini
- Roti lada daun bawang andalan empuk dan kenyal
- Roti wijen keluar tak tentu, tanyakan staf
- Banyak yang habis setelah pukul 10, datang sebelum 8
- Tutup hari Rabu, hanya tunai
- Susu kedelai gurih bergaya lobak asin dan daun bawang
- Gang sempit dan sulit parkir, jalan kaki atau naik skuter
Kata pengunjung
Yang disukai
- Semua dibuat segar dan tidak berminyak
- Tekstur roti lada dan roti wijen enak
- Staf tetap ramah meski antrean panjang
Keluhan
- Banyak menu habis setelah pukul 10
- Antrean makin panjang setelah masuk Michelin
- Porsinya biasa saja
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Video
Lokasi
Sumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi


Susu Kedelai Fu Hang
