
Raja Susu Kedelai Shijie
KesimpulanAsal susu kedelai Yonghe, buka 24 jam
Berawal pada 1955 dari gerobak para veteran di ujung Jembatan Zhongzheng, kedai ini dianggap asal-usul nama “susu kedelai Yonghe”. Susu kedelai beraroma sangrai, roti wijen isi cakwe, dan susu kedelai gurih jadi andalan, dan kedai buka 24 jam.
Foto di Instagram
Ulasan
Raja Susu Kedelai Shijie berada di Jalan Yonghe bagian 2, dekat ujung Jembatan Zhongzheng dan Stasiun MRT Dingxi. Menurut sejarah resmi kedai dan sejumlah liputan, pada 1955 Li Yunzeng, veteran tentara asal Shandong, membuka lapak di ujung jembatan bersama rekan-rekannya; awalnya bernama Kedai Susu Kedelai Donghai sebelum berganti ke nama sekarang. Pada 1960-an dan 1970-an, siaran bisbol anak-anak sering tayang larut malam, dan para penggemar datang sarapan seusai pertandingan, sehingga nama “susu kedelai Yonghe” terkenal ke seluruh Taiwan. Kedai ini dianggap salah satu asal nama tersebut dan dikenal sejak awal buka sepanjang hari.
Andalannya susu kedelai giling segar yang menurut banyak tulisan sengaja dibiarkan beraroma sangrai seperti dimasak di atas arang, dengan rasa kedelai yang pekat. Susu kedelai gurih berisi udang kering, cakwe, daun bawang, dan lobak asin, menggumpal lembut seperti kembang tahu dengan porsi besar. Roti wijen bisa diisi cakwe, telur, atau sawi asin, dan ada pula pangsit kuah kecil, pastel lobak, serta kue lobak.
Pujian berpusat pada nilai sejarahnya, aroma susu kedelai, dan kemudahan makan kapan saja; banyak wisatawan asing menjadikannya tempat pertama mengenal sarapan Taiwan. Kritik juga cukup banyak: ada yang menilai aroma gosongnya terlalu kuat, pangsit kuahnya biasa saja, dan harganya lebih mahal daripada kedai sarapan di ujung gang. Seorang penulis menyesalkan kedai tua ini kian komersial dan turistik, pemandangan juru masak menggoreng cakwe di gang sudah tidak ada, dan sebagian pengunjung menyebut pelayanannya ketus.
Setelah renovasi baru-baru ini ruang makannya lebih lega, tetapi alur memesan dan mengambil di konter lama tetap dipertahankan. Pengunjung datang sepanjang hari, jadi bersiaplah antre saat jam sarapan dan larut malam. Informasi daring menyebut kedai buka 24 jam, tetapi pernah mengumumkan libur saat Imlek, jadi periksa pengumumannya sebelum datang. Parkir sulit; naik MRT ke Dingxi lalu berjalan kaki paling mudah, dan pengunjung menyebut biaya sekitar seratus lebih dolar Taiwan per orang.
Cocok bagi wisatawan yang ingin mencicipi asal-usul “susu kedelai Yonghe” atau siapa saja yang mencari makanan hangat tengah malam. Pesan semangkuk susu kedelai gurih dengan roti wijen isi cakwe, lalu tambah susu kedelai panas bila suka manis. Kalau ragu dengan aroma sangrainya, coba gelas kecil dulu dan anggap pangsit kuah sebagai pelengkap.
Kenapa ke sini
- Susu kedelai gurih dengan roti wijen isi cakwe adalah pesanan standar
- Susu kedelainya beraroma sangrai, coba gelas kecil dulu
- Buka sepanjang hari, tengah malam pun ada makanan hangat
- Jalan kaki dari Stasiun Dingxi, parkir sulit
- Jam sarapan sekitar pukul 7 sampai 9 sangat ramai
- Pernah libur saat Imlek, cek pengumuman dulu
Kata pengunjung
Yang disukai
- Nilai sejarahnya tinggi, pas untuk mengenal sarapan Taiwan
- Susu kedelainya pekat, aroma sangrainya terasa klasik
- Buka 24 jam, kapan pun datang bisa makan
Keluhan
- Aroma gosongnya cukup kuat, tidak semua orang suka
- Pangsit kuahnya biasa, harga di atas kedai sarapan umum
- Ramai turis, pelayanan kadang ketus
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Lokasi
Sumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi


Susu Kedelai Fu Hang
