
Dingbiancuo Keluarga Wu
KesimpulanLapak seabad di gerbang Miaokou, wajib coba dingbiancuo
Lapak berusia seabad di samping Kuil Dianji di Miaokou. Menu andalannya, dingbiancuo, memakai kaldu udang dan daging dengan lebih dari sepuluh isian seperti bunga bakung kering, jamur shiitake, dan cumi kering. Kuahnya sedikit manis dan tidak terlalu asin, menjadikannya salah satu rasa tempo dulu paling ikonik di Keelung.
Foto di Instagram
Ulasan
Dingbiancuo Keluarga Wu berada tepat di samping gerbang Kuil Dianji dan menjadi salah satu lapak pertama yang terlihat saat masuk Pasar Malam Miaokou. Berbagai media menyebut kedai ini berdiri sejak 1919 dan terkenal dengan dingbiancuo buatan tangan, sehingga namanya memakai kata seabad. Penulis Mirror Media mengenang bahwa dulu tempat ini hanya lapak kecil di sisi gerbang kuil. Kini sudah menjadi kedai dengan tempat duduk dan tetap menjadi kuliner tempo dulu yang paling sering direkomendasikan di Miaokou.
Dingbiancuo adalah lembaran beras yang dibuat dengan menuang adonan tepung beras di sekeliling tepi wajan besar, teksturnya licin dan kenyal. Di sini kuahnya direbus dari lebih dari sepuluh bahan seperti sup udang dan daging, kubis, cumi, dan ikan teri kering, lalu diberi bunga bakung kering, jamur shiitake, rebung, udang, dan daging berbalut adonan, ditaburi bawang putih goreng dan seledri. Rasanya segar manis dan tidak asin. Menurut laporan Mirror Media tahun 2025, semangkuk seharga 65 dolar Taiwan, dan tersedia paket beku untuk dibawa pulang.
Penggemarnya menyukai isian yang melimpah dan kuah bercita rasa rumahan, menyebutnya kekhasan Keelung yang tidak ada di pasar malam lain. Sebagian lain merasa isiannya mirip bahan hotpot biasa sehingga terasa biasa saja untuk harga enam puluhan dolar, dan ruang makan sesak serta kurang nyaman pada jam ramai. Pelanggan lama menyebut lembaran berasnya kini kebanyakan dibuat lebih dulu sehingga proses menuang adonan tidak terlihat lagi, dan staf yang lebih muda membuat kehangatan lapak lama berkurang.
Jam bukanya kira-kira pukul setengah sebelas pagi hingga tengah malam, tutup hari Kamis, dan sore hari kerja paling sepi. Lapaknya ada di bagian paling depan Miaokou; malam hari ada antrean tetapi meja cepat berganti, dan tersedia tempat duduk di dalam. Parkir di sekitar Miaokou sulit, jadi sebaiknya naik kereta atau bus, dan tanyakan paket beku bila ingin membawa pulang.
Cocok bagi pengunjung pertama yang ingin mencicipi jajanan asli Keelung dan penyuka sup yang ringan dan manis. Semangkuk dingbiancuo pas sebagai pembuka jelajah Miaokou tanpa membuat terlalu kenyang, sehingga masih ada ruang untuk nasi semur babi, roti isi bergizi, dan es busa.
Kenapa ke sini
- Semangkuk dingbiancuo 65 dolar Taiwan
- Kuahnya agak manis, bisa tambah cabai
- Tutup Kamis, sore hari kerja sepi
- Mudah dicari di samping gerbang Kuil Dianji
- Ada paket beku untuk dibawa pulang
- Porsi sedang, masih bisa jajan lagi
Kata pengunjung
Yang disukai
- Isian melimpah, kuah rasa rumahan
- Kekhasan Keelung yang sulit dicari
- Penyajian cepat dan ada tempat duduk
Keluhan
- Isian mirip bahan hotpot biasa, agak mahal
- Ruang makan sesak saat ramai
- Lembaran beras dibuat duluan, kurang terasa segar
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Wajib coba
Video
Lokasi
Cari penginapan di Keelung
Tautan mitraSumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi


Susu Kedelai Fu Hang
