
Nasi Iga Goreng Tiantianxian
KesimpulanNasi kotak antre dekat stasiun, iga udang plus telur
Kedai nasi iga goreng berusia 40 tahun di gang dekat Stasiun Keelung. Iga babi, udang, atau paha ayam yang baru digoreng disajikan dengan telur mata sapi setengah matang, sawi asin, dan kubis, makan di tempat sudah termasuk sup, dan antrean dimulai sebelum buka saat makan siang.
Foto di Instagram
Ulasan
Nasi Iga Goreng Tiantianxian tersembunyi di gang kecil Jalan Xiao 3 di Keelung, hanya beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun Keelung, dan menurut Supertaste sudah berusia 40 tahun. Kedainya kecil dengan papan nama yang mudah terlewat, tetapi menjadi langganan makan siang warga Keelung. Laporan menyebut antrean mulai pukul sebelas pagi dan makin panjang menjelang siang, dan banyak orang memilih dibawa pulang.
Menu utamanya iga babi, udang, paha ayam, dan fillet ikan, semuanya digoreng setelah dipesan. Iga dibalut tepung dan digoreng keemasan, lalu ditaburi bawang putih cincang dan lada sehingga gurih dan harum. Kombinasi terpopuler adalah iga dengan udang ditambah telur mata sapi setengah matang yang kuning telurnya diaduk ke nasi. Nasi ditutup kubis dan sawi asin, dan makan di tempat sudah termasuk sup. Dua artikel Supertaste mencantumkan harga nasi iga dan udang masing-masing 120 dan 140 dolar Taiwan, jadi informasinya berbeda dan sebaiknya cek sebelum datang.
Pujian berpusat pada iga yang baru digoreng dan berair, aroma bawang putih dan lada yang kuat, kuning telur lumer yang menambah nikmat nasi, serta porsi besar. Kritiknya, paha ayam dinilai hambar, keseluruhan hanya terasa seperti nasi kotak rumahan yang lebih besar namanya, dan gorengan yang disiram saus cepat lembek, sehingga sebagian menyarankan minta saus terpisah. Tempat duduk sedikit, sering berbagi meja, dan tidak ada menu berbahasa Inggris.
Jam buka sekitar pukul sebelas pagi hingga tujuh malam dengan sedikit perbedaan antarsumber, dan hari libur tidak tetap serta diumumkan di halaman penggemar. Puncak makan siang paling lama antreannya, jadi datang sekitar pukul dua atau tiga sore untuk menunggu lebih singkat. Gangnya sempit dan sulit parkir, sehingga berjalan dari stasiun paling mudah.
Cocok untuk pelancong kereta yang ingin makan siang mengenyangkan di Keelung dan penyuka iga goreng ala Taiwan. Kunjungan pertama sebaiknya memesan nasi iga dan udang dengan telur, atau pilih fillet ikan untuk yang lebih ringan; bila dibawa pulang, minta saus terpisah agar balutan tepungnya tetap renyah.
Kenapa ke sini
- Andalan: nasi iga udang dengan telur setengah matang
- Harga di laporan 120 atau 140 dolar
- Antre sejak sebelum buka pukul 11
- Pukul 2–3 sore lebih sepi
- Untuk dibawa pulang, minta saus terpisah
- Libur tidak tetap, cek halaman penggemar
Kata pengunjung
Yang disukai
- Iga baru digoreng, berair dan harum bawang putih
- Kuning telur lumer bikin nasi makin enak
- Porsi besar dan mengenyangkan
Keluhan
- Paha ayam kurang bumbu
- Gorengan jadi lembek kena saus
- Kursi sedikit, sering berbagi meja
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Wajib coba
Video
Lokasi
Cari penginapan di Keelung
Tautan mitraSumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi


Susu Kedelai Fu Hang
