5Meixiang Xiaochi
KesimpulanNasi lada kenangan mahasiswa Fengjia, mantap tapi porsinya agak kecil
Kantin mahasiswa di Gang 20 Jalan Fengjia. Nasi lada andalannya berupa daging babi tumis lada di atas nasi putih dengan telur setengah matang: pedas lada yang mantap dan murah.
Foto di Instagram
Ulasan
Meixiang Xiaochi tersembunyi di Gang 20 Jalan Fengjia dan merupakan kedai nasi kotak mahasiswa yang sudah lama berdiri. Sejak 2013 sebuah acara kuliner sudah memasukkannya sebagai tempat makan mahasiswa klasik di Fengjia, dan rangkuman terbaru juga menyebut banyak alumni Fengjia yang meski sudah bertahun-tahun lulus tetap merindukannya dan sengaja kembali untuk makan. Kedainya bersahaja, informasi publiknya sedikit, dan perbincangan daring hampir seluruhnya berpusat pada nasi lada andalannya.
Menurut cerita pengunjung, nasi lada adalah irisan daging babi yang ditumis bersama lada bubuk lalu diletakkan di atas nasi putih, ditambah sebutir telur setengah matang; memecahkan kuning telurnya dan mengaduknya dengan nasi adalah cara paling nikmat. Dagingnya meresap bumbu, aroma ladanya kuat, sedikit pedas dengan sengatan yang tertinggal, sangat menggugah selera. Ada juga seri nasi cabai, yang oleh tulisan terbaru digambarkan berisi potongan dadu babi panggang dan daging cincang yang meresap bumbu dengan pedas menyengat, cocok untuk penggemar rasa tajam. Seporsi nasi lada sekitar 50 dolar Taiwan, sangat ramah kantong mahasiswa, dan ada pengunjung yang menyarankan memesan nasi dengan tambahan daging dan telur ceplok.
Pujian terpusat pada harga murah, daging berbumbu meresap, dan lada yang menggigit, sampai dijuluki markas rahasia penggemar rasa tajam. Keluhannya soal porsi: seorang penulis di Dcard terus terang mengatakan porsinya kecil dan laki-laki mungkin tidak kenyang; tingkat pedasnya juga cukup kuat, jadi yang tidak tahan pedas perlu mempertimbangkan. Secara umum informasinya terbatas, dan ulasan berasal dari sedikit tulisan.
Jam buka yang ditulis pengunjung adalah pukul 11.00 sampai 20.00; untuk hari libur, ikuti pengumuman kedai. Pukul 12.00 sampai 13.00 adalah jam makan siang tersibuk mahasiswa, dan satu tulisan menyarankan datang setelah pukul 13.00 agar tidak antre. Sumber tidak menyebut tempat parkir atau cara pembayaran; kedai berada di gang Jalan Fengjia, jadi paling mudah dicapai dengan berjalan kaki.
Cocok untuk yang berada di sekitar Fengjia dan ingin semangkuk nasi lauk berasa tajam yang murah. Pertama kali, nasi lada dengan telur setengah matang paling klasik; yang porsinya besar sebaiknya menambah daging, dan yang suka pedas bisa mencoba nasi cabai.
Kenapa ke sini
- Nasi lada andalan sekitar 50 dolar Taiwan
- Pecahkan telur setengah matang lalu aduk dengan nasi
- Lada kuat dengan sengatan tertinggal, wajib bagi penyuka rasa tajam
- Porsi kecil, yang makan banyak sebaiknya tambah daging
- Datang setelah pukul 13.00 agar tak antre
- Penggemar pedas bisa coba seri nasi cabai
Kata pengunjung
Yang disukai
- Aroma lada kuat dan daging meresap, bikin lahap makan nasi
- Murah sehingga terjangkau mahasiswa
- Rasa kedai lama membuat alumni tetap kembali
Keluhan
- Porsi kecil, laki-laki mungkin tidak kenyang
- Cukup pedas, yang tak tahan pedas perlu pertimbangkan
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Wajib coba
Lokasi
Sumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi
5
Ba Wan A Zhang Lao Dan Changhua
