
Kedai Jingwo
KesimpulanKedai klasik misua arak tua dengan pemandangan laut Qinbi
Kedai kecil di Desa Qinbi, Beigan, yang dikelola pasangan lansia. Andalannya misua arak tua memakai arak buatan sendiri dalam kuah, dengan telur goreng arak dan babi ragi merah di atasnya, harum arak yang kuat; sup manis pangsit emas juga sering dipesan, dan laut terlihat dari tempat duduk.
Ulasan
Kedai Jingwo berada di Desa Qinbi, Beigan, salah satu desa rumah batu bergaya Mindong yang paling utuh di Matsu sekaligus objek wisata terpopuler di Beigan. Kedainya kecil dan dikelola pasangan lansia yang memasak sekaligus melayani. Supertaste memasukkannya ke daftar wajib santap di Beigan, dan seorang penulis blog menyebut ini mungkin kedai misua arak tua dengan ulasan terbaik di Matsu. Dari tempat duduk terlihat Teluk Qinbi dan Pulau Kura-kura, sehingga banyak pelancong mampir menyantap semangkuk setelah berkeliling desa.
Andalannya, misua arak tua, berupa misua halus dalam kuah yang dicampur arak tua, dengan telur ceplok yang digoreng memakai arak dan sepotong babi ragi merah di atasnya; aroma araknya jelas tetapi tidak menyengat. Beberapa pelancong yang sudah mencoba banyak kedai berkata kuah di sini terasa lebih berlapis, kemungkinan berkat arak buatan sendiri. Menurut Supertaste, misua arak tua 150 dolar Taiwan, pangsit emas 100 dolar, dan segelas arak tua 100 dolar; penulis blog sebelumnya mencatat misua 130 dolar, jadi cek harga di tempat. Pangsit emas adalah kulit ubi berisi wijen dan kacang tanah yang direndam dalam kuah manis.
Pujian berpusat pada aroma arak tua yang kuat, rasa tradisional lokal, dan lokasi dengan pemandangan laut. Kritiknya juga spesifik: ada yang tidak terbiasa dengan bau arak tua, menilai misuanya terlalu lembek, kuahnya berminyak, dan telurnya terlalu matang; kuah pangsit emas disebut hambar dan porsinya terlalu banyak untuk dihabiskan; seorang penulis blog juga menyebut ada pembelian minimum yang tidak diumumkan, sehingga tanpa memesan tidak boleh duduk di area kedai. Hanya dua orang tua yang memasak, jadi saat ramai menunggunya lama.
Jam buka kira-kira 10.00 sampai 13.30 dan 16.00 sampai 18.30 setiap hari dengan jeda di siang hari, jadi cek dulu sebelum berangkat. Desa Qinbi banyak tanjakan dan tangga batu, sehingga lebih mudah parkir di atas desa lalu berjalan turun. Saat musim ramai pengunjung menumpuk di jam makan siang, jadi hindari sekitar pukul dua belas agar tak lama menunggu.
Cocok untuk pengunjung pertama ke Beigan yang ingin menyantap misua arak tua asli sambil memandang laut di Qinbi. Pesan semangkuk per orang, dan berdua bisa berbagi seporsi pangsit emas sebagai penutup. Jika ragu dengan rasa arak, cicipi sesendok dulu, dan pengemudi mobil maupun motor perlu ingat bahwa kuahnya mengandung alkohol.
Kenapa ke sini
- Misua arak tua sekitar 150 dolar dengan telur arak
- Pangsit emas 100 dolar, pas dibagi berdua
- Istirahat pukul 13.30 sampai 16.00
- Ada pembelian minimum, tanpa memesan tak boleh duduk
- Parkir di atas desa lalu jalan turun
- Kuahnya mengandung arak, hati-hati jika menyetir
Kata pengunjung
Yang disukai
- Aroma arak tua kuat dan berlapis
- Rasa tradisional Matsu yang asli
- Pemandangan laut Qinbi dari tempat duduk
Keluhan
- Sulit diterima jika tak suka rasa arak tua
- Kuah pangsit emas hambar dan porsinya besar
- Hanya dua orang tua yang memasak, lama menunggu
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Wajib coba
Video
Lokasi
Cari penginapan di Matsu
Tautan mitraTur kuliner & pengalaman di Matsu
Tautan mitraTransportasi: kereta cepat & antar-jemput bandara
Tautan mitraBagian ini berisi tautan afiliasi. Kami mungkin mendapat komisi kecil jika Anda memesan melaluinya, tanpa biaya tambahan bagi Anda.
Sumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi


Susu Kedelai Fu Hang
