
Kantin Penambang Hongbao
KesimpulanBento penambang dan nostalgia kota tambang di Jingtong
Kantin bernuansa lawas di ujung Jalan Tua Jingtong, terkenal dengan nasi penambang dan bento kereta dalam kotak baja tahan karat, juga menjual sup manis tepung kentang dan teh tepung. Koleksi barang antik pemiliknya memenuhi ruangan seperti museum tambang mini.
Ulasan
Kantin Penambang Hongbao berada di Jalan Jingtong No. 58, Distrik Pingxi; keluar dari Stasiun Jingtong, belok kanan dan berjalan sampai ujung jalan tua untuk menemukan papan namanya yang mencolok. Jingtong dulu kota tambang batu bara yang penting, dan kantin ini mengangkat tema kehidupan penambang. Ruangannya penuh barang antik dan benda lama koleksi pemilik, yang oleh media disamakan dengan museum kecil, dan para penulis blog sering memasukkannya ke rangkuman kuliner Pingxi, Shifen dan Jingtong sebagai tempat bernuansa lawas yang terkenal.
Nasi penambang andalannya pada dasarnya nasi iga goreng gaya lama, disertai babi semur, telur semur, rebung, tahu goreng, simpul rumput laut dan lobak pedas, sederhana dan mengenyangkan. Yang paling ramai dibicarakan adalah bento kereta, disajikan dalam kotak baja tahan karat bergaya lama dengan sumpit baja dan kain pembungkus celup tangan yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Untuk hidangan manis ada sup tepung kentang yang mengental seperti jeli saat disiram air panas lalu diberi sirup gula merah, ditambah teh tepung, kopi dan es loli.
Pujian tertuju pada suasana nostalgia, iga yang segar dan lezat, harga terjangkau, pemilik yang ramah dan penyajian cepat, serta terasa sangat menghangatkan di hari hujan. Kritik menyebut nasi penambang hanyalah nasi iga biasa sehingga yang dicari adalah suasananya, bukan kejutan rasa; menunya lebih banyak hidangan manis dengan sedikit pilihan makanan berat; dan jam bukanya pendek sehingga mungkin sudah tutup jika datang sore.
Jam buka berbeda antarsumber, ada yang menyebut pukul 11 pagi hingga 3.30 sore dan ada yang sampai sekitar pukul 5 sore, begitu pula hari libur yang disebut Senin atau Selasa, jadi pastikan sebelum datang. Tidak ada sumber yang mencantumkan harga pasti; menurut pengunjung, bento penambang sedikit di atas NT$100, sedangkan paket lengkap dengan kotak bekalnya jauh lebih mahal, jadi siapkan sekitar NT$100 hingga NT$400 per orang. Naik jalur Pingxi ke Stasiun Jingtong lalu berjalan kaki; jalan tua ramai di akhir pekan, jadi tiba sebelum tengah hari.
Cocok untuk perjalanan sehari dengan kereta kecil jalur Pingxi dan siapa pun yang ingin merasakan nuansa nostalgia kota tambang. Pada kunjungan pertama, nasi penambang dengan sup tepung kentang adalah pesanan paling khas; jika ingin kenang-kenangan, pilih bento kereta dan bawa pulang peralatan makannya, lalu lanjutkan ke museum kehidupan tambang atau kafe bekas pabrik pencucian batu bara di dekatnya.
Kenapa ke sini
- Nasi penambang adalah nasi iga gaya lama dengan lauk semur
- Bento kereta disertai kotak baja yang boleh dibawa pulang
- Sup tepung kentang bergula merah bertekstur seperti jeli
- Jam buka pendek, datang sebelum tengah hari
- Jam buka dan hari libur berbeda antarsumber, cek dulu
- Dari Stasiun Jingtong belok kanan dan jalan sampai ujung
Kata pengunjung
Yang disukai
- Suasana nostalgia kental, seperti masuk museum kecil
- Iga segar dan lezat dengan harga terjangkau
- Pemilik ramah, penyajian cepat, nyaman di hari hujan
Keluhan
- Nasi penambang hanya nasi iga biasa, lebih soal suasana
- Sedikit pilihan makanan berat dan jam buka pendek
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Video
Lokasi
Sumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi


Susu Kedelai Fu Hang
