
Rumah Ayam Kampung Hong Xing (Toko Asli)
KesimpulanRumah ayam kampung setengah abad di Gunung Guanyin untuk makan keluarga
Rumah makan ayam kampung di Gunung Guanyin yang sudah berjalan sekitar setengah abad. Ayam rebus putihnya berkulit kenyal dan berdaging lembut, sementara sup ayam rebung, ayam tiga cawan, dan tiram bawang putih selalu dipesan pelanggan tetap. Parkir gratis yang luas dan ruang privat cocok untuk makan keluarga.
Foto di Instagram
Ulasan
Hong Xing berada di Jalan Lingyun Seksi 3 No. 100, Wugu, tepat di jalan pegunungan Guanyin. Halaman penggemar dan banyak blog kuliner menyebut cabang ini sebagai toko asli, dan para penulis menggambarkannya sebagai rumah makan legendaris Gunung Guanyin yang berusia sekitar lima puluh tahun. Dalam tulisan tentang sejarah rumah makan ayam kampung di Taiwan, foodNEXT mencatat bahwa Hong Xing paling terkenal dengan ayam rebung dan ayam tiga cawan, dan pemiliknya juga menciptakan beberapa hidangan ayam baru, sehingga tempat ini menjadi salah satu wajah budaya rumah makan ayam pegunungan di utara.
Bintangnya adalah ayam kampung. Para penulis blog menyebut ayam rebus putihnya berkulit kenyal dengan daging segar dan lembut, dan baik ayam rebus maupun supnya bisa dipesan setengah ekor sehingga keluarga kecil pun bisa menghabiskannya. Sup ayam nanas dan pare punya rasa berlapis, sedangkan sup ayam rebung adalah andalannya. Di antara tumisan, tiram bawang putih disebut wajib dipesan, ubi karamel sebaiknya didiamkan sebentar hingga agak dingin, dan tumis kubisnya berporsi besar. Situs ifoodie mencatat tumis daging pipi babi minyak wijen seharga 450 dolar Taiwan sebagai acuan harga.
Pujian tertuju pada ayam yang lembut, ruang privat yang lapang, dan parkir yang mudah, serta teh hitam gratis yang menurut seorang penulis direbus dengan air mata air pegunungan. Kritik menyebut beberapa tumisan seperti sapi tumis daun bawang biasa saja dan bangunannya agak tua; ada pula yang mengingatkan bahwa di sebelahnya ada rumah makan dengan nama sama, jadi pastikan Anda duduk di tempat yang sudah dipesan.
Jam buka sekitar pukul 10 pagi hingga 8.30 atau 9 malam. Peta daring mencantumkan tutup hari Rabu, tetapi sumber berbeda, jadi telepon dulu sebelum datang. Ada lahan parkir besar milik sendiri yang gratis bagi tamu; jika naik bus masih harus berjalan sekitar dua puluh menit, jadi mobil atau motor lebih praktis. Akhir pekan cepat penuh, ruang privat sangat diminati dan perlu dipesan lewat telepon, dan ada ketentuan belanja minimum.
Cocok untuk makan bersama keluarga atau mengajak orang tua ke gunung menikmati hidangan ayam kampung khas Taiwan. Rombongan empat orang bisa memesan setengah ekor ayam rebus, sepanci sup ayam rebung, tiram bawang putih, sepiring sayur, dan ubi karamel sebagai pencuci mulut; rombongan besar bisa menambah ayam tiga cawan atau daging pipi babi minyak wijen. Anggaran sekitar 400 hingga 800 dolar Taiwan per orang, lalu lanjutkan dengan berjalan di jalur Gunung Guanyin.
Kenapa ke sini
- Ayam rebus dan sup bisa dipesan setengah ekor
- Tiram bawang putih adalah tumisan wajib pelanggan tetap
- Biarkan ubi karamel agak dingin dulu
- Pesan ruang privat akhir pekan lewat telepon
- Ada parkir besar gratis, paling praktis bawa mobil
- Ada rumah makan bernama sama di sebelah; cek sebelum duduk
Kata pengunjung
Yang disukai
- Ayam rebus berkulit kenyal, sup bening dan manis
- Ruang privat luas dan parkir gratis, mudah untuk rombongan
- Teh hitam gratis sepuasnya banyak dipuji
Keluhan
- Beberapa tumisan biasa saja dan bangunannya tua
- Penuh saat akhir pekan, ruang privat ada belanja minimum
- Mudah tertukar dengan rumah makan bernama sama di sebelah
Dirangkum dari pandangan umum narablog, media, dan pengunjung; bukan kutipan langsung.
Wajib coba
Video
Lokasi
Sumber
Halaman ini dirangkum dari artikel di bawah dan ditulis ulang dengan kata-kata kami. Jam buka dan harga bisa berubah, cek dulu sebelum berangkat.
Pernah ke sini? Beri nilai
Tanpa login. Satu penilaian per perangkat per tempat setiap 30 hari, dengan verifikasi singkat untuk mencegah kecurangan.
Nilai tertinggi


Susu Kedelai Fu Hang
